Senin, 27 September 2010

Menjawab Fitnah Kafir

Bismillaahirrohmaanirrohiim
Assalaamu’alaikum wr.wb.

Kaum Kafir, Musyrik, Fasik selalu menebar fitnah terhadap Islam dan selalu mengatakan kalau Al-Quran itu tidak sempurna dan selalu meminta pembuktian. Karena Al-Quran merupakan kitab Suci Ummat Islam dan ALLOH yang memeliharanya, maka sudah pasti setiap fitnahan mereka selalu dapat dielakkan.

Salah satu fitnah mereka, meminta pembuktian dari Firman ALLOH dalam Q.S. Ali-Imron [3]:110 yang artinya, “Kalian adalah ummat terbaik yang diciptakan untuk manusia, yang mengajak kepada kebaikan dan menjauhi dari kemunkaran dan beriman kepada ALLOH…”

Dengan pemikiran sempit kaum kafir, mereka meminta pembuktian, dimana letak terbaiknya ummat Islam? Dalam pandangan mereka realita sekarang Ummat Islam itu bodoh, miskin dan identik dengan terkesan kumuh, sehingga Ayat Ali-Imron tadi cacat tidak dapat dibuktikan. Namun mereka hanya melihat dan menilai dari sudut pandang manusiawi dan duniawi, tanpa memandang dari makna ucapan sebenarnya.

Sekarang saya akan buat sedikit simulasi untuk pembuktian, saya seorang Kepala Sekolah, dan saya mengatakan kepada rekan kerja saya yang bernama Guru, “kalian itu adalah orang terbaik untuk pelajar di Sekolah ini, yang selalu mengajarkan sebuah ilmu pendidikan, dan member contoh yang baik di Sekolah ini…” Apakah salah saya mengatakan Guru itu orang terbaik? Padahal bisa jadi Guru tersebut lebih miskin dari muridnya.

Dalam konteks simulasi di atas, Guru itu tetap yang terbaik bagi muridnya, karena dia mengajarkan sesuatu pendidikan kepada murid-muridnya. Namun apabila guru tersebut tidak dapat memberikan pelajaran terbaik, apakah masih termasuk orang yang terbaik? Dalam pandangan orang luar dia masih termasuk orang terbaik, karena berstatus sebagai guru, namun bagi saya sebagai Kepala Sekolah, dia sudah gugur dari predikat orang terbaik.

Begitulah makna Ali-Imron Ayat 110 ini, ALLOH mengatakan Ummat Islam itu ummat yang terbaik buat seluruh manusia, karena apa? Karena mengajak kepada kebenaran (kebaikan) dan menjauhi dari kemunkaran, serta beriman kepada ALLOH. Jadi bagaimanapun Islam dan ummatnya adalah ummat yang terbaik, akan tetapi bilamana ummatnya tidak bisa mengajak kepada kebaikan dan tidak dapat menjauh dari keburukan, apakah masih merasa pantas mendapat predikat tersebut.

Jadi Wahai Kafirun yang selalu menanyakan masalah ini, apakah anda masih tetap mengatakan kalau Ali-Imron 110 terbut belum terbukti? Pembuktiannya dalam konteks yang mana? Silahkan jawab sendiri.

Apabila anda masih merasa bahwa paparan di atas masih belum tepat, dan mengatakan bahwa kalian pun berhak mendapatkan predikat tersebut, Silahkan saja, silahkan cari dalam kitab suci kalian, apakah Tuhan kalian mengatakan hal tersebut?

Wassalaamu'alaikum wr.wb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar